Telah di ketahui bawah berbagai peristiwa yang terjadi pada masyarakat Tionghoa dan Madura di Kalimantan Barat, telah menuai konflik etnik dan krisis ekonomi serta berbagai konflik agama yang dilakukan sejumlah oknum masyarakat Tionghoa.
Hal ini menjelaskan adanya ketidaksenangan, moralitas ekonomi, dan
kepentingan politik yang mengakibatkan berbagai hal terkait konflik masa lalu,
yang melibatkan penugasan para imam untuk bertugas menyelesaikan konflik agama
dan etnik di Kalimantan Barat, berdasarkan iman Kristian pada masyarakat suku
Dayak.
Ini pertanda adanya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,
kesehatan dan politik serta ekonomi yang didasari dari berbagai pengalaman
tentang Tuhan sebagai firman yang dibawa pada masa lalu, dan akan datang.
Hanya saja dugaan terhadap ketidaksenangan iman sebagai awal dari
konflik disengaja dalam menghadapi berbagai hal terkait moralitas dan ekonomi
yang memiliki peran serta terhadap pengalaman manusia dalam mengenal Tuhan
dalam kehidupan sosial budaya dan agama.
Suatu nilai dalam aspek masyarakat, konflik di masa lalu akan
berasal dari kalangan kelas sosial kebawah – menegah. Sehingga di gereja
katolik akan berasal dari sejarah konflik masa lalu yang diciptakan oleh
kalangan tertentu. Pasca kolonial Belanda konflik telah diciptakan dengan
moralitas sosial, dan politik yang berasal dari kalangan kelas pekerja,
penambang, dan petani.
Jika pada masa setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, cerita
masyarakat tentang ekonomi berasal dari kemiskinan yang mereka perbuat (orang Dayak),
terhadap orang Tionghoa dan Madura di Kalimantan barat. Maka, dengan adanya
politik ekonomi, yang berasal dari kalangan sosial dan kedudukan yang berawal
dari konflik dan perdamaian berasal dari Kota Ambon, bagian Timur.
Ketidaksenangan suatu bangsa, terutama pada konflik etnik, dan agama berasal dari sumber daya alam dan manusia ketika ingin berkuasa pada kesehatan dan pendidikan terutama kalangan Tionghoa Hakka, dan Dayak di Kalimantan.
Dengan sistem ekonomi dan penyingkiran dalam hal seksualitas yang dibuat berdasarkan scenario dan kemiskinan di Kalimantan, Indonesia. Untuk mendapatkan simpati pada budaya Barat, terutama pada imam yang bertugas, dan lainnya yang baru mengenal Tuhan.
Ingin memahmi budaya Eropa tentunya Jerman menjadi awal dari kehidupan sosial budaya dan agama yang lekat pada masyarakat primitif sebelumnya. Bagaimana, mereka memusnahkan manusia karena dianggap membebani Negara.

0 comments