Katolik, sebagai tangan kasih Tuhan bekerja dalam setiap mukzizat yang berasal dari kehidupan rohani masyarakat adat di pedesaan. Ketika datang perkotaan bekerja sebagai pengajar dan guru yang berasal dari pendidikan katolik disini mesti memiliki etika dan moral yang baik ditengah – tengah. Tetapi, hal ini sebaliknya tidak.
Yang mendasari berbagai hal terkait dengan moral dan etika pendidikan
yang berasal dari kaum masyarakat Desa, dengan istilah dalam hal ini terjadi
dengan adanya konflik, ketidaksopanan kaum pengajar tampak sebagai kaum biasa
itu yang terjadi.
Hal yang berasal dari kalangan masyarakat miskin desa, mencakup
masyarakat Dayak, maka perjuangan nasib ada pada etnik mereka sebagai manusia. Setelah
itu, melakukan yang sama atas nasib hidup sebagai orang Indonesia, dan
masyarakat adat. Itu ciri hidup mereka sebagai orang biasa.
Perjuangan kelas sosial, dan ekonomi tampak dari kaum masyarakat miskin
Dayak dalam ekonomi dan persaingan ekonomi yang tidak tampak mereka kerjakan
seperti makanan dan lainnya sebagai hindangan khas daerah. Maka, apa yang
terjadi, tidak ada ekonomi yang terjadi dalam arti tawar menawar diantara
masyarakat Tionghoa dan Dayak, kecuali dengan kepentingan seksualitas.
Di ketahui dengan adanya sistem ekonomi tersebut, maka bank – bank tampak
berdiri dengan kemiskinan hidup berdasarkan teknologi, pengetahuan serta hidup
sosial budaya, masyarakat miskin di pedesaan berdasarkan karakteristik
hidupnya.
Dalam setiap perjamuan ekaristi maka jelas dengan adanya budaya lain
seperti Jawa, Dayak, Batak, Tionghoa berdasarkan kelas sosial dan penyadaran
diri sebagai manusia yang berdosa dalam hal ekonomi, dan politik. Hal ini
menjelaskan berbagai ragam budaya, dan konsumsi yang diterima dengan adanya nilai
yang berasal dari budaya disini terjadi.
Ketika hal ini terjadi, politik dan ekonomi tentu menjadi awal dari
kelancaran urusan yang terjadi berdasarkan hidup dan budaya sebagai masyarakat
adat desa di perkotaan, sebagai perjuangan kelas, dan kesehatan yang tidak
memiliki pengetahuan di sini. Apa yang bisa diandalkan ekonomi masyarakat di
Pontianak, dalam arti berbagai ragam budaya sosial yang berbeda ini.
Masing – masing dosa hidup berdasarkan kemiskinan, dan ekaristi dalam hal ini sebagai penyembuhan yang menyadarkan diri dan hidup sebagai manusia dalam arti apa yang diperoleh setiap minggu dan hari – hari saat ini.
Resistensi hidup dan karakteristik masyarakat Dayak dalam suatu perkampungan tampak dari yang diperoleh dan dihasilkan dengan adanya kepentingan hidup dan ekonomi. akankah diarahkan sebagai iman katolik.

0 comments