Pembubaran Dan Perizinan gereja - gereja Katolik, Institusi Ekonomi Indonesia, Serta Konflik Sosial ?

Penataan gereja katolik dalam hal ini injil mengenai iman gereja dan rumah tangga. Berhubung dalam hal ini mengajarkan peran spritualitas gereja katolik sebagai jantung gereja, maka memiliki peran terhadap aspek sosial, ekonomi dan budaya Di Indonesia salah satunya mengenai kehidupan budaya yang luhur.

Masalah kemiskinan kaum muda katolik di Indonesia, menjelaskan berbagai hal terkait bidang ekonomi, budaya, kesehatan, dan konsumsi serta mengakibatkan kehidupan kotor yang menjelaskan hubungan sosial, dan budaya sebagai landansan untuk mengetahui pekerjaan dan tangan Tuhan bersama mu.

Hal ini menjelaskan kondisi saat ini, dalam bentuk perayaan ekaristi dan etika serta moral yang memiliki nilai terhadap sesama. Apa yang salah dalam hal ini, mengenai kemiskinan dan ekonomi di gereja – gereja katolik Indonesia, tentu dengan adanya penjelasan mengenai masalah hidup dan biaya hidup yang tinggi.

Ketika hal ini, dijelaskan berbagai tantangan global, dan politik di Indonesia dan inovasi yang membawa ide terhadap kondisi saat ini tentu berbagai keadilan hukum, berasal dari keinginan dan kebutuhan sebagai Warga Negara Asing yang menjelaskan kondisi ekonomi, pemerasan terhadap WNA, di bidang ekonomi di Indonesia.

Maka, kekerasan dan pola hidup miskin dalam setiap perkampungan, dan pemerintah kota dalam setiap kehidupan ekonomi dan budaya konsumsi masyarakat yang meningkat tentu menjawab kebutuhan hidup, serta hubungan sosial yang berasal dari tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Untuk  perbankan, hal ini menjelaskan berbagai kondisi sosial budaya yang berasal dari keinginan dan budaya masyarakat terhadap kebutuhan hidup yang meningkat sebagai bentuk dari sejarah di Indonesia sejak 1945 – 1999 aspek ekonomi disini, tidak begitu tidak baiknya dalam penataan ekonomi, perkampungan dan infrastruktur. Termasuk dalam hal ini spritualitas sebagai bentuk keseharian yang sewajarnya mencerminkan ekonomi perkotaan disini.

Ketika hal ini tampak pada kaum pribumi dan non katolik, maka jelas bagaimana sistem ekonomi kota di pontianak hanya untuk 1 item kebutuhan, menjelaskan kondisi ekonomi masyarakat perkotaan Pontianak saat ini, yang jelas dibutuhkan hanya pada kaum pedagang,  serta cara tingkah ekonomi berlangsung.

Maka, berbagai hal terkait dengan dinamika budaya sosial masyarakat disini, terkait kaum pendatang tentu diketahui hal ini bersamaan dari ketidaksenangan kaum pribumi terhadap ekonomi cina, serta kebutuhan hidup berlandaskan ekonomi Indonesia yang jelas miskin bagi Negara maju.

Sedangkan Indonesia seperti Negara berkembang, dengan istilah sistem ekonomi menjelaskan kehidupan sosial budaya yang buruk, dan kumuh diakibatkan berbagai konfilik sosial, dan kemiskinan hidup di pedesaan dan penyimpangan pelayanan gereja katolik di KAP, serta institusi sebagai pendidikan Katolik yang buruk oleh kaum Tionghoa dan pribumi disini.

Masalah – masalah itu memicu sejumlah oknum terhadap pembubaran gereja – gereja Katolik, serta perizinan gereja yang sulit diakibatkan politik kepentingan sejumlah oknum dan partai politik, serta aparat ikutsertakan.   

0 comments

Recent Posts Widget
close