Pendidikan Gereja Katolik, Bagaimana Integritas, Budaya Sosial Masyarakat Adat Dayak

Katolik, rasa malu dan pembinaan iman katolik calon Pastor dengan latar belakang hidup tentu menjadi penjelasan bagi iman katolik di KAP ini. Ketika pembinaan iman seperti ingin membunuh, dengan kesadaran agama awal non katolik, bahkan ketika masuk pendidikan calon iman terjadi.

Hal ini menjelaskan berbagai hal terkait mata pencaharian setelah selesai pembinaan iman katolik di KAP,sebagai manusia bahkan ilmu agama katolik yang dimiliki masih perlu dipertanyakan keimanannya terhadap basis pelayanan hidup sebagai masyarakat adat dan wilayahnya.

Hal ini menjelaskan hidup kemiskinan, dan cara hidup memperoleh sebagai bagian dari konflik utama dalam setiap peristiwa sebagai sindikan agama katolik kaum pribumi disini. Hal ini terjadi dengan adanya sistem politik, budaya dan ekonomi sebagai lata belakang hidup sebagai manusia yang miskin di RI.

Berbagai jajaran hidup sebagai agama katolik di Indonesia, tanpa malu sebagai uskup dan sebagai masyarakat adat, setidaknya menjelaskan berbagai masalah hidup sosial, dan ekonomi sebagai bentuk dari ketidakjujuran media sebagai latar hidup sebagai manusia miskin di Negara RI.

Sebagai pejabat daerah, dan oknum seperti itu tidak memiliki malu, itu yang disebut dan dipahami dengan kejujuran dalam pembinaan iman rohani calon pastor di Indonesia, terutama untuk Ordo – Ordo lainnya, begitu juga selama masa pendidikan katolik di Keuskupan Agung di Indonesia.

Dengan lata belakang hidup, dan sebagai kaum terpinggirkan secara sosial tentu politik ekonomi menjadi bagian dari hidup mereka sebagai manusia dalam setiap perolehan nilai – nilai dan budaya. Maka, dengan demikian berbagai aspek sosial, dan aparat yang terlibat sebagai bentuk dari hidup masa lalu sebagai aparat telah menjelaskan bagaimana kemajuaan ilm sosial terjadi dikarenakan keinginan dan hal duniawi.

Pada masa keterlibatan Jabatan yang diemban tentu menjadi pertanyaan sederhana kenapa ingin menjadi calao pastor ? kemiskinan, status sosial, ekonomi, atau pakaian yang indah sebagai bentuk dari hidup masyarakat adat disini, dan pengelolahan sumber alam, dan ekonomi yang tidak mampu dipahami dengan adanya moralitas dan etika sebagai masyarakat adat secara khusus.

Selama menjadi calon pastor tentu hal ini menjadi tantangan sebagai lingkungan dan kemiskinan hidup sebagai individu, Negara, dan komunitas, menjelaskan kondisi yang tejadi di Keuskupan Agung Pontianak yang meliputi bantuan sosial bagi pendidikan calon pastor hal ini bukan dikarenakan masalah hidup sebagai pastor katolik, tetapi dikarenakan masalah konflik sosial dan budaya di masa lalu 1967 dan 1999 di KAP.

 

0 comments

Recent Posts Widget
close