Spritualitas katolik dijelaskan dalam kasih karunia Allah, dengan adanya kemuliaan Allah dijelaskan jika kita malah bermegah diri maka dalam kesengsaraan Tuhan maka akan dijelaskan adanya kesengsaraan yang dihasilkan dari ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan pada injil Roma menjelaskan.
Adanya suatu kesengsaraan akan memunculkan pada waktu yang
ditentukan, sedangkan tidak adanya yang ingin mati bagi orang yang benar. Dalam
hal ini, iman kristiani dan non kristiani diberbagai kalangan termasuk pejabat,
politisi, dan wartawan serta pekerjaan lainnya terjadi dengan demikian.
Mereka tidak hidup dengan kebenaran tetapi berkedok agama
kristiani atau bebas dalam kebenaran dan buah apakah yang muncul maka semuanya
menyebabkan rasa malu terhadap diri mereka sendiri. Karena kesudahan itu adalah
kematian.
Berada dalam spritualitas gereka katolik, dapat ditemukan kalangan
seperti itu di masyarakat, seperti pengusaha dan polisi, dengan adanya rasa
malu mereka dan dosa di masa lalu
menjelaskan adanya upah dosa seperti maut dalam setiap penyelidikan iman
kristus.
Sehingga, masuknya Tionghoa Indonesia – Dayak - Jawa - Batak di Kalimantan
dalam spritualitas kristiani menimbulkan
dosa yang nenek moyang mereka lakukan di masa lalu. Hal ini dapat ditemui di
spritualitas, komunitas, organisasi gereja, dan pengurus gereja.
Hanya orang benar dalam kalangan kristiani yang dapat memunculkan
setiap aspek kehidupan sosial budaya dan agama yang pluralisme di Indonesia
seperti ini. Maka, dengan adanya kristiani di Indonesia akan mengarah pada
aspek kebutuhan rohani dan jasmani sebagai pembinaan iman spritualitas terhadap
buah – buah yang muncul dalam gereja katolik (orang).
Dalam suatu kehidupan yang baru, dapat dipahami bagi mereka
beragama non kristiani seperti Islam, Budha, dan Konghucu, pada agama yang
masuk di Indonesia, kemudian kristiani menjadi iman yang baik bagi mereka dalam
mengenal Tuhan dan pemurniaan iman.

0 comments