Indonesia, masyarakat adat Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku yang ada di Indonesia merupakan hasil dari masalah kehidupan sosial atau spritualitas berasal dari kalangan masyarakat hukum adat Indonesia.
Teroris memiliki pemahaman tentang agama Islam dan memiliki
berbagai hal terkait dengan moralitas dan penghayatan iman terhadap agama yang
dipercayai. Seringkali agama berkaitan dengan adanya ekonomi, dalam hal ini
siapa yang membayar teroris dan dana berasal itu.
Ketidaksenangan masyarakat adat Indonesia, terhadap Tionghoa
Indonesia akan berkaitan dengan bisnis dan seksualitas. Maka, seringkali jika
seksualitas terjadi dengan adanya peran serta biologis maka bisnis di gereja
katolik akan berjalan lancar.
Pada setiap sistem birokrasi yang ada di Indonesia demikian
terjadi, dimulai dari Keuskupan Sintang, dan Keuskupan Pontianak. Hasil
seksulaitas menggambarkan berbagai hal terkait dengan muncul monopoli pekerjaan
pada bidang pendidikan sekolah katolik dan kesehatan hampir seluruh Indonesia
adalah kaum pribumi.
Ketidaksenangan kaum pribumi atau masyarakat adat, merupakan
kedok agama yang berkaitan dengan baik, terhadap nilai – nilai dan agama
katolik, seringkali hal ini menjadi penting dalam melihat masa presiden di
Indonesia.
Imam bertugas hanya menyampaikan sedikit masalah dan iman,
tetapi hanya memperkaya kalangan seksualitas dan pekerjaan hidup di masyarakat
hingga saat ini. Tahun 2024, ketika berbagai kepentingan dan kehidupan
seksualitas di lakukan segelintir orang karena ketidaksenangan hidup mereka di
masyarakat adat Indonesia.
Pendidikan dilakukan oleh orang Jawa, dan kelas sosial hidup
di masyasrakat adat, dan berbagai hal terkait dengan konsumsi atau makanan
hidup yang berbeda dengan bangsa Eropa dan Asia. Keterkaitan dengan masalah
moralitas akan baik.
Ketika kehidupan sosial budaya dan politik di pamerkan
sebagai menakuti masalah hidup orang banyak termasuk munculnya teroris.
Ketidakmaluan kaum pribumi di Indonesia, akan banyak dengan adanya pekerjaan
yang diperoleh.
Komunitas,
Seksualitas Ekonomi
Berdasarkan sistem komunitas katolik Tionghoa Indonesia,
dengan kemiskinan hidup di masyarakat adat dan Tionghoa Indonesia. Hasil
seksualitas hidup kaum masyarakat adat, akan muncul dengan adanya budaya lokal,
dan konflik di masa lalu 1967 dan 1999, tanpa terkecuali dengan adanya kaum
pribumi itu sendiri mencerminkan Tionghoa Hakka, Indonesia dan kaum pribumi
disini.
Imam, Agama katolik dalam hal ini sering menjamin bahwa
mereka untuk hidup dengan cinta kasih, dari pekerjaan dan tidak miskin dalam
hidup mengereja dengan adanya budaya masyarakat adat, baik dalam masalah budaya
dan ekonomi.
Ketika hidup miskin di pedesaan 1998 - 2022, maka kesehatan
yang rendah kualitas dan seksualitas terjadi dengan adanya budaya masyarakat Dayak
yang hidup berdasarkan pemahaman agama gereja katolik dan Islam, termasuk dari
hasil seksualitas atau biologis.
Negara miskin, menjadi awal dari hidup mereka di masyarakat
Dayak, hal ini disebabkan konflik terjadi dengan baik, serta kejahatan terjadi
untuk menguasai berbagai hal terkait pengobatan di gereja katolik Indonesia sejak
masa kolonial Belanda.
Hingga sekarang tentunya adalah orang masyarakat adat, yang
tidak punya malu terhadap kehidupan rohani dan kedok agama katolik sebagai awal
dari cinta kasih hidup di masyarakat. Tingkah laku hidup di masyarakat dan
kampus.
Tampak dengan kepura – puraan hidup berasarkan agama katolik
- non dan ekonomi. Hal ini dilakukan agar tidak tampak kejahatan masa lalu
mereka perbuat terutama pada masa
reformasi - Revolusi. Hingga revolusi
sebagai awal dari kebiadaban hidup kaum pribumi dan Tionghoa Indonesia.
Terutama pada bidang pendidikan dan kesehatan di Keuskupan
Agung Pontianak, dan Indoensia. Pelayanan sebagai awal misi hidup mereka dengan
jalan hidup sebagai kaum masyarakat adat di Indonesia, tanpa terkecuali
Tionghoa Indonesia.

0 comments