Pelayanan kristiani dan kebutuhan spritualitas memungkinkan berbagai hal terkait dengan aspek kehidupan umat katolik saat ini. Ketika teologia kemakmuran amat dibutuhkan pada kehidupan suatu Negara seperti Indonesia, tampak masing – masing kepentingan politik, ekonomi, dan keluarga meningkat.
Hal ini menjelaskan bahwa
pekerjaan dan kerier menjadi baik pada setiap uang yang diberikan kepada kepala
keluarga, dalam hal ini menjadi baik dalam pembinaan keluarga kristiani, salah
satu penting dalam hal ini adalah emosi di rendahkan, doa, kristiani sejati
dalam hal ini seiman, serta kesehatan adalah yang baik.
Ada yang memilih kesehatan dalam
teologi kemakmuran maka diketahui dengan adanya dinamika masyarakat saat ini, ada
yang sehat atau tidak sakit apa – apa, atau ada yang hidup makmur dikarenakan
kehidupan menjadi baik dalam setiap perjalanan doa itu adalah mukzizat.
Dalam setiap pemahaman tentang
anak dan orangtua, bahwa diketahui jika uang sekolah adalah amal kasih, maka
ayah dan ibu adalah I Love You yang mesti dibayar. Maka, untuk diketahui dengan baik adalah ketika
kehidupan sosial budaya masyarakat adat dalam memahami iman kristiani
sesunggunnya dalam kehidupan iman katolik.
Doktrin keagamaan sering menjadi
baik terhadap kebutuhan iman kristiani saat ini, dalam ketaatan dan ketekunan dan
kepentingan yang melampaui tulus seperti merpati licik seperti ular. Maka,
dijelaskan dengan baik adanya doktrin dan konsumsi yang baik terhadap berbagai
hal terkait dengan dinamika sosial budaya masyarakat adat hingga saat ini.
Di perkotaan saat ini, seringkali
hal ini terjadi dengan adanya rasa syukur dalam setiap pelayanan umat katolik dan
kepentingan yang menyerupai iman kristiani, hal ini dikarenakan berbagai hal
terkait dengan dinamika iman gereja katolik yang berbeda – beda iman, dalam keluarga dan seksualitas atau perkawinan berbeda agama muncul kemiskinan seperti Islam Indonesia dan non.
Itu adalah uraian yang baik
terhadap iman umat katolik sejati, dengan baik diketahui adanya dinamika
budaya sosial masyarakat adat yang lekat pada kebutuhan masyarakat non kristiani yang terus
modernisasi dan materialistik. Ketika hal ini dalam melihat berbagai ideology di
Indonesia, yang mempengaruhi berbagai kepentingan konflik etnik, ras, dan
bahasa.

0 comments