Ekonomi di Pontianak, ditekuni oleh orang Tionghoa Hakka ini telah diketahui sudah lama, hal ini dimulai dari hasil hutan dan perikanan. Hasil hutan yang di hasilkan seperti tengkawang kini telah menjadi gg yang terletak di Tanjung Hulu, Pontianak. Hal ini menjelaskan bahwa ekonomi pedesaan telah dibentuk berdasarkan hasil hutan.
Ketika saudagar mengalami
kebangkrutan, maka dapat dipahami sistem ekonomi yang terjadi di pedesaan, dan
dikarenakan takut karena tidak bisa membayar utang kepada toke di perkotaan.
Hal ini berdampak pada sistem ekonomi politik yang terjadi. Maka, urbanisasi
dan migrasi terhadi dengan pekerjaan yang dihasilkan di Ibukota, Jakarta.
Urbanisasi oleh Tionghoa Hakka 1960an,
Bong yang bermukim di Kapuas Hulu terjadi sistem ekonomi sebagai kelas pekerja,
dan pedagang yang kini diikuti oleh Dayak dan Tionghoa Indonesia dari hasil
asimilasi seksualitas. Hal ini menjelaskan adanya dinamika ekonomi dan
perubahan yang terjadi dengan baik sesuai dengan aspek penting pada ekonomi di
kota, Kapuas Hulu.
Kemiskinan yang terjadi di
pedesaan oleh orang Tionghoa Hakka, tentunya berasal dari ketidaksenangan kaum
pribumi Indonesia yang mencakup orang NTT, Batak, Dayak dan Jawa serta Melayu yang berasal
dari Pedesaan. Hal ini menjelaskan bahwa ketidaksenangan dan kehidupan sosial
politik terjadi dengan adanya sistem politik ekonomi selama masa dan
kepentingan gereja katolik ketika itu.
Migrasi ke negeri tetangga
terjadi dengan adanya sistem pengetahuan, dan pendidikan serta kesehatan dengan
adanya politik yang berhaluan kerajaan adalah Tiongkok Dan Malaysia serta Arab.
Maka, dengan demikian berbagai hal terkait iman katolik di pedesaan diketahui
dengan adanya ketidaksenangan kaum pribumi terhadap orang Tionghoa Hakka yang
tinggal dan bertugas sebagai birokrasi sebelumnya.
Hal ini menjelaskan bahwa berbagai hal terkait kehidupan sosial politik
dan ekonomi terjadi dinamika budaya dan ketidaksenangan kaum pribumi – Islam
Indonesia, terhadap masyarakat Tionghoa
(kelas sosial) bermula. Maka, terjadi kebangkrutan atau krisis ekonomi di
pedesaan.
Ketidaksenangan dan persaingan
serta berbagai pekerjaan yang diperoleh orang Tionghoa Indonesia, dan Pribumi
pedesaan, akan berbeda dengan yang diperkotaan tentu membawa kehidupan mereka
untuk berpindah ke perkotaan untuk bekerja dengan baik.
Profesi Politik dalam arti hal
ini adalah orang baik, maka dapat diketahui dengan adanya aspek kehidupan
sosial politik berasal dari kalangan elit politik kali ini. Sementara itu,
berbagai hal terkait daya beli masyarakat perkotaan terjadi peningkatan pada
tahun – tahun sebelumnya.
Dengan baik adanya kepentingan
dan dinamika politik ekonomi yang terjadi begitu buruk dikarenakan belum adanya
kasih dan pelayanan yang hendak dipahami dengan kepentingan lainnya. Kini orang
Tionghoa Indonesia lebih banyak tinggal di luar negeri, dan bermigrasi sesuai
dengan kebutuhan ekonomi yang baik.
Sistem Perkawinan Dan Gereja Katolik
Prilaku kaum pribumi terhadap
berbagai pekerjaan diketahui dengan adanya sebagai guru, pendidik, dan dokter
sesuai dengan standar di Negara miskin. Hal ini menjelaskan bahwa berbagai hal
terkait dengan aspek penting dalam budaya politik ekonomi di perkotaan hingga
saat ini. Rasa malu terhadap seksualitas kaum pribumi tidak ada juga demikian
apalagi dengan kehidupan sosial masyarakat adat Indonesia yang biasa – biasa
saja dengan kelas sosial pedesaan.
Dengan demikian, bahwa jika tidak
ada terjadi asimilasi budaya, maka kehidupan di kota Pontianak atau suatu
Negara tidak terjadi dampak yang berasal dari hidup masyarakat adat disini.
Rasa malu terhadap dinamika budaya memang tidak dimiliki kaum pribumi
Indonesia, mencakup orang Jawa, Batak dan Melayu berasal untuk berasimilasi
dalam perkawinan.
Maka, dengan demikian salah satu
pekerjaan dna pendidikan yang diperoleh tentunya tidak tinggi di Negara ini,
sedangkan ketika kaum pribumi bermigrasi Negara maju seperti Australia, Malaysia,
USA, dan Inggris, tentunya ingin mendapatkan upah yang tinggi dan seksualitas
yang baik guna memperbaiki taraf hidup dan kemiskinan orang Indonesia di
pedesaan.
Menjelaskan bahwa berbagai hal
terkait dengan sistem perkawinan, akan jelas dengan adanya budaya seksualitas
dan keinginan dalam melihat berbagai hal terkait keindahan. Ada juga, ketika
ingin memperoleh kekayaan, dan kesehatan hal ini berdampak baik terhadap budaya
sosial masyarakat adat disini, terutama pada kelas sosial menegah.
Pontianak, etnik Dayak –
Jawa Isu teroris yang terjadi adalah
terkait dengan kebutuhan, hal ini diketahui dengan adanya kemiskinan Islam atau
orang sehingga ada yang senang mengatur kehidupan sosial, dan romo atau imam
katolik untuk tinggal dan berasmilasi di Indonesia. Hal ini tentunya
kepentingan pendidikan, kebutuhan keluarga agama katolik berasal merupakan
bentuk jajahan para misionaris terutama pada kesehatan, pendidikan dan ekonomi
bisnis.
Berbagai hal terkait dengan itu
maka, dengan adanya kepentingan ekonomi pedesaan, hendaknya dipahami bahwa
agama katolik mesti dipahami sebagai jalan hidup atau kepercayaan yang mesti
diyakini seumur hidup. Hal ini untuk diketahui pada lingkungan keluarga dan
gereja katolik.
Tuhan Dan Budaya Adat Indonesia
Tuhan dan kehidupan budaya akan
tampak pada kesesatan terjadi dengan adanya aspek keputusasan, maka tanpa
disadari berbagai hal terkait ilmu hitam terjadi dipedesaan dan perkotaan yang
memiliki karakteristik masyarakat adat yang tinggal di perkotaan.
Dengan adanya kehidupan
masyarakat perkotaan akan tampak budaya sosial masyarakat, yang tidak atau
belum percaya kepada Tuhan sepenuhnya. Kesuksesan akan memiliki tampak pada
ketekunan dan kehidupan beragama yang hendak dipahami melalui jaringan kerja,
dan informasi, serta berbagai hal terkait lingkungan.
Maka, hal ini disampaikan dengan
baik bahwa berbagai hal terkait masalah kehidupan sosial budaya masyarakat akan
hendak dipahami adalah rasa ketidaksenangan dan kehidupan masyarakat adat,
serta rumah tangga yang kini terus menjadi tantangan pada era globalisasi saat
ini.
Jakarta, dengan penghasilan yang
tinggi maka diketahui dengan adanya kejahatan dan ilmu pengetahuan yang maju
terhadap peradaban manusia diberbagai bidang. Maka, diketahui dengan baik bahwa
hal ini terus menjadi bagian dari aspek penting dalam setiap kehidupan budaya
sosial masyarakat adat yang tinggal di pedesaan.

0 comments