Masa tahun krisis ekonomi 1999 - hingga 2026, pontianak kawasan elit tidak hampir ada dalam peta kota Pontianak, memungkinkan. Kawasan elit yang mestinya lebih pada daerah Jakarta adalah ketika hidup sosial ekonomi masyarakat Tionghoa dan lokal disini tidak seindah dan sebaik ekonomi di Jakarta.
Kawasan pemukiman, lebih tepatnya pada orang Tionghoa bermukiman untuk
mencari penghidupan di tengah kota meliputi perdagangan konsumsi, hasil hutan,
tambang, dan lainnya. Investor apa yang masuk dalam hal ini tentu dengan adanya
budaya lokal di Pontianak, dan keinginan kawasan yang tidak dapat mencapai
kehidupan sosial di Jakarta yang tidak tahu kiri dan kanan dalam hal rumah tangga.
Hal ini, menjelaskan berbagai hal terkait dengan dinamika budaya sosial
masyarakat Tionghoa Hakka disini. Kawasan meliputi pertokoan, sembako, bahan
rumah tangga saja. Hal ini menjelaskan apa yang ada terhadap ekonomi di
Pontianak.
Kemiskinan, dan aset itu yang terjadi dan ada di di Pontianak selain
kuliner. Persaingan ekonomi sosial dalam hal ini terjadi dengan adanya konflik
yang berasal dari masyarakat adat tersebut, tentu dikarenakan lahan – lahan menjadi
sempit, dan kebutuhan tempat tinggal serta kebutuhan spritual juga terjadi
sebagai kebutuhan yang telah sempit.
Ketika hal ini, dibutuhkan sebagai tempat kawasan perkotaan yang dibuat
oleh pemerintah kota, atau swasta tentu di butuhkan tempat dan izin yang
dibutuhkan di Jakarta oleh pemerintah pusat. Setidaknya hal ini tidak mengangu
aktivitas lainnya seperti kesehatan, dan kebutuhan wisata lainnya.
Salah satu masalah sosial hidup masyarakat perkotaan adalah konsumsi dan
kebutuhan biaya hidup yang rendah serta gaji yang dibutuhkan sempit dalam
setiap aktivitas masyarakat perkotaan. Hal ini, terjadi dengan adanya
kesenjangan sosial, terhadap aspek lainnya seperti konsumsi dan hubungan
sosial.
Konflik – konflik sumber daya alam yang di pedesaan, tentu berasal dari
ulah manusia di perkotaan biasanya dalam hal ini kalangan pembisnis. Maka,
dengan demikian, berbagai masalah ekologis dalam setiap kehidupan perkotaan
berasal dari sekatan temboh rumah yang sempit berasal dari tempat para pekerja
dan kehidupan kelas menegah yanga ada di Pontianak.
Salah satu yang dibutuhkan dalam kalangan miskin perkotaan adalah
kebutuhan ekonomu atau uang yang masuk disetiap pedesaan begitu lambat. Biasa
terjadi dengan adanya daya beli masyarakat sulit, dan pertanda ekonomi tidak
baik – baik saja pada April terakhir ini.
Kawasan yang sehat adalah ketika migrasi dan urbanisasi di kota besar
tentu tidak mempengaruhi tempat tinggal di kota asal. Hal ini, menjelaskan
bentuk fisik kota Pontianak, terhadap kawasan yang memiliki nilai spritual dan
sehat dalam berbagai hubungan ekonomi dan sosial serta budaya.
Hal ini dikhwatirkan adalah ketika kehidupan sosial masyarakat perkotaan
dan pedesaan belum menyentuh nilai – nilai suatu bangsa terhadap kebiasaan dan
kebutuhan ekonomi yang dibutuhkan. Pontianak, memiliki kawasan yang dekat dan
tidak jauh dari orang migrasi seperti Malaysia, dengan pemikiran bekas jajahan
inggris dan Arab.

0 comments