Kekerasan Hidup, Dan Bagaimana Gereja Katolik Hadir ?

Ketika hidup agama kristiani dilakukan tanpa kekerasan, dan masalah hidup menimpa kehidupan sosial masyarakat adat yang hidup disekitar Desa, kota dan kemiskinan yang terjadi dikarenakan ulah manusia tampak, dalam kehidupan sehari – hari.

Hal ini menjelaskan berbagai contoh dalam rumah tangga, dan kehidupans sosial yang berasal dari status kelas sosial yang di pertanyakan di masyarakat. Ketika hal ini, terjadi dikarenakan kondisi sosial  yang nyata terjadi, maka berbagai hal terkait dengan dinamika budaya, dan kehidupan keluarga diketahui dirasakan tidak bertanggung jawab.

Ketika hidup dalam kemiskinan kota terjadi, dan keinginan kekuasaan terhadap tanah terutama di lakukan oleh orang Tionghoa dalam kehidupan agama non kristiani. Kelakuan hidup, dan moralitas dalam agama tampak dalam krisis ekonomi terjadi.

Budaya sosial masyarakat adat, yang dirasakan melalui konsumsi diketahui dengan adanya budaya masyarakat berdasarkan berbagai faktor yaitu, jabatan, politik, dan ekonomi, ketika hal ini di ketahui bahwa kepentingan spritualitas terbatas, ketika agama dan dosa manusia masih memiliki dasar dari penyakit yang diderita, dan konsumsi.

Ketika ingin berkuasa atau ingin menjadi toke tetapi hidup yang tidak baik, atau bahkan merugikan yang lain dan hidup sesuai dengan dinamika budaya sosial berasal dari kemiskinan hidup sebelumnya, bahkan menjadi orang yang tidak baik sebagai bos, atau mengatur dan tidak memiliki malu sebelumnya, kekerasan dan makian itu tampak biasa terjadi terutama bagi pemangku kebijakaan dan daerah bahkan gereja.

Hal ini, menjelaskan berbagai kondisi ketidakmaluan terhadap budaya, hubungan sosial, dan spritualitas yang terjadi dilingkungan RT, gereja katolik, dan rumah sakit menjadi dasar dari awal dari derita yang diterima sebelumnya dalam suatu komunitas, dan PENGURUS.

Apa yang terjadi dalam hal ini, merupakan salah satu kondisi ketika PHK terjadi, di perusahaan. Maka bagian dari kemiskinan hidup kaum muda, dan orangtua dalam hidup sebelum dan sesudahnya.

Perayaan paskah terjadi dengan adanya pertobatan, dan perubahan hidup dalam berbagai aspek, ketika hal ini terjadi kemiskinan menjadi pelajaran hidup dalam kehidupan mengereja yang cukup menjadi kesaksian hidup pada tahun APP 2026 bagi gereja – gereja di Indonesia, terutama di Keuskupan Agung Pontianak.

0 comments

Recent Posts Widget
close