Pontianak, masalah sosial, konflik, ekonomi merupakan salah satu masalah hidup masyarakat di Kalimantan Barat terutama terkait dengan spritualitas. Ketika hal ini menjadi bagian dari masalah sosial, maka persoalan keamanan terutama di kepolisian masih terlambat menanggapi berbagai masalah tersebut dengan baik terutama dalam masalah hidup di pedesaan.
Konflik dan kekerasan sering terjadi dalam lingkungan masyarakat, dan
gereja dalam hal ini mengencam kekerasan dalam kehidupan sosial masyarakat
teruatama di Indonesia untuk melakukan berbagai konflik yang berasal dari
keserakahan, emosi, perebutan sumber daya alam, dan ekonomi.
Kalimantan Barat, ketika hal ini dijelaskan bagaimana kemiskinan
tersebut terjadi untuk membela perkara masalah hidup banyak orang, dengan
berbagai tantangan hidup dan masalah sosial yang dibuat oleh aparat dan sosial
di masyarakat adat.
Hal ini dikarenakan masalah laki – laki dalam lingkungan keluarga dalam
mencukupi kebutuhan hari – hari dapat di pahami dengan layak adalah dari perempuan,
maka berbagai hal terkait dengan dinamika sosial ekonomi pasar akan dijelaskan
masalah keamanan yang masih rentan bagi kalangan umum tentunya.
Ketika hal ini dijelaskan dengan adanya budaya sosial dalam hal ini
tentu dengan adanya masalah kehidupan sosial dan dinamika budaya masyarakat di
Indonesia yang beragam dan karakteristik hidupnya tampak dengan masalah hidup
hubungan ekonomi bagi yang menganut sistem tersebut.
Maka, dengan adanya masalah hidup sosial hidup masyarakat adat yang
diketahui dengan adanya isu sumber daya alam, dan ekonomi maka kemiskinan
masyarakat adat dan Tionghoa Hakka diketahui dengan ekonomi dan layanan publik
yang masih belum baik.
Menjelaskan dengan adanya budaya lokal dengan dinamika sosial masyarakat
adat tampak dengan adanya masalah hidup ditengah kemiskinan yang dibuat
sejumlah oknum dalam hal ini ekonomi dan politik serta kepentingan seksualitas.
Oknum tersebut tidak jauh berbeda dari orang Batak dan Dayak, serta Tionghoa
(oknum 2002, 2011) di Pontianak terutama dalam hidup sosial, dan di sekolah
sekolah katolik.

0 comments