Pontianak, masih dengan keunggulan masyarakat di Pontianak adalah ketika masalah hidup, ekonomi, politik dan budaya kaum muda mulai diperhatikan dengan kekhwatiran yang tampak berasal dari kesalahan hidup di masa lalu, maka hal ini terjadi dengan adanya budaya ekonomi yang terus melaju terutama konsumsi.
Ketika hal ini terjadi dengan adanya budaya sosial masyarakat adat yang
berasal dari kehidupan sosial yang berasal dari masalah hidup sosial,
lingkungan dan penganguran terutama dalam ekonomi maka, berbagai hal serta
hidup rohani menjadi bahasan dalam setiap kehidupan spritualitas di sini.
Maka, diuraikan dengan baik sesuai dengan masalah hidup diatas terjadi
dengan adanya kehidupan moralitas serta ekonomi yang tidak baik dalam kehidupan
sosial. Hal ini tidak terlewatkan dengan adanya budaya di masing – masing yang
tercipta adanya hubungan politik, gereja, dan keinginan.
Ekonomi konsumsi masih terus unggul dengan adanya ragam makanan yang
disenangi anak muda hingga saat ini. Hal ini dapat diketahui ketika menjelang
sore, apa yang terjadi dalam hal ini tentu dengan adanya konsumsi maka, ekonomi
tidak juga sepi mungkin demikian. Tetapi, ketika pagi, tampak di pasar begitu
ramai, tetapi pembeli kurang sehingga sepi sekitar Jln. Gajah Mada.
Ragam kehidupan sosial, ekonomi terus diketahui dengan adanya budaya
masyarakat adat dan Tionghoa Hakka disini. Berbeda dengan kawasan ekonomi
seperti yang diketahui pasar lama disini, tentu amat tidak menarik kecuali di
Jalan kuliner yang saat ini di perhatikan pemerintah.
Dengan adanya budaya tersebut, maka berbagai hal terkait dengan adanya
kehidupan ekonomi, berasal dari budaya sosial, dan kesehatan untuk diketahui
sebagai bagian dari hidup masyarakat umum saat ini, untuk tidak terjadinya
keperibadian gangguan atau pelaku kejahatan yang terjadi dalam pergaulan anak
muda.
Hal ini, tentu akan tampak dalam setiap dinamika hubungan sosial yang
terjadi hingga saat dan berasal dari kehidupan biasa – biasa, saja, kelas
sosial dan budaya masyarakat adat yang berasal dari persoalan politik masih
diungguli sebagai tempat yang patut di sadari begitu biasa – biasa saja, tidak
seperti Jakarta.
Tampak sepi jika untuk yang mahal, tetapi masih kurang ramah dikantong.
Mungkin adalah suatu kualitas yang terjadi melalui konsumsi atau rasa. Maka,
persoalan tersebut dengan adanya budaya kehidupan kelas sosial dan kemiskinan
hidup perkotaan, 1999 - 2026 disini.

0 comments