Bank Negara Indonesia, Hoby GOLF ?

Indonesia, kunjungan ke Bank Negara Indonesia tentu baru pertama kali setelah sekian tahun  berada di bank berbeda sebagai karyawan dan peneliti. Hal ini sebagai bentuk laporan keuangan dalam suatu Negara, dan Negara lain yang dalam hal ini pendapatan yang diperoleh jelas dengan urusan USA yaitu dengan mata uang Amerika Serikat.

Berkas yang dipenuhi tentu dengan petunjuk dari CS, dan Teller hal ini menjelaskan berbagai bukti yang diperoleh selama di Pontianak. Salah satunya, ada keuangan yang diperoleh selama masa pekerjaan di Keuskupan Agung melalui Blog sederhana ini yang terkecil.

Bertanya melalui tabungan dari katalog – katalog yang ada di perbankan itu. Tampak jelas, dengan pertanyaan hoby yang mestinya di luar Negeri, atau sebagai tawaran di Pontianak pula disitu kawasan orang – orang daerah sebagai perkampungan bagian utara, dan kemiskinan di perkotaan Pontianak ini, pertemuan pertama.

Tidak lama kemudian berbagai pertanyaan mengenai bank tentu dengan adanya aspek kehidupan sosial ekonomi di perbankan itu, sementara salah satu bank lain seperti Bank Mayapada dengan penawaran kartu kredit yang tampak tidak menyenagkan sekali sebagai karyawan itu sikap orang perbankan, untuk diperbatasan RI.

Masalah yang kemudian menjadi baik, adalah ketika perkreditan banyak orang jahat dalam mata pencaharian untuk membayar kembali, dalam hal spritualitas, dan agama serta ekonomi yang jelas dalam situasi di Indonesia mengenai tingkat kemiskinan, dan pegangguran di RI ini. Maka, pemangkasan gereja katolik di RI, khususnya KAP tampak seperti biasanya.

Pertemuan berikutnya untuk mengambilan uang tentu tidak memiliki uang yang banyak di bank BNI tentu mesti di lihat kembali brangkas mereka untuk pengambilan uang tunai. Tidak lama kemudian, hal yang mengerikan datang dengan latar belakang pengunjung di bank BNI itu.

Berbeda bank lainnya seperti BCA dan BNI menawarkan sejumlah asuransi, dan kartu debit. Saya bilang ada yang lain dari pemerintah RI seperti BPJS. Bagaimana, pelayanannya seperti tertera di facebook. 

Sebagai orang non Katolik yang cari hidup dan nafkah di gereja – gereja katolik dan non setelah itu penyingkirkan dengan baik, itu cirinya kaum pribumi dan Tionghoa disini, sepertinya tidak punya muka hidupnya dihadapan publik dan gereja katolik di manapun.

0 comments

Recent Posts Widget
close