Pada hari lansia sedunia ke 6 menghabiskan waktu di Paroki Santa Sesilia, Pontianak Misa pagi, Perjalanan rohani saya yang tampak dihadiri lansia, dan doa yang disampaikan. Mental dan kehidupan keluarga, masyarakat dan gereja.
Harapan,
dan setiap persoalan lansia untuk saling menyayangi, dengan berbagai kerentanan
hidup saat ini. Ditengah masalah – masalah persoalan masyarakat dan politik
serta kesehatan yang terus ikut serta dalam kehidupan sosial masyarakat dan
gereja.
Dengan kunjungan saya, agar dalam hal ini
menciptakan perdamaian ditengah kita terhadap sesama dan kasih pengharapan yang
baik Kaum
lanjut usia, dalam sikap menerima yang penuh ikhlas dan tenang atas
keterbatasan hidup yang dijalani selama bertahun-tahun, tanpa menyembunyikan
atau merasa malu —dapat menjadi guru kehidupan.
Mereka
dapat menjadi saksi bagi semua orang dan terutama kaum muda bahwa nilai
kehidupan tidak diukur dari efisiensi atau kemandirian, melainkan dari
kemampuan untuk mencintai dan dicintai, memberi dan menerima, Pelayanan
Pastoral bagi Lansia yang ada di Pastoral.
Paus mengatakan bahwa Gereja tetap menawarkan pesan Injil
tentang kelemahlembutan, kerendahan hati, dan perdamaian. Pesan ini dapat disampaikan dengan berbagai masalah persoalan di
Indonesia, secara khusus dengan berbagai persoalan dan dinamika dan masalah
hidup berkeluarga dan gereja.
Perayaan ini dalam kunjungan saya, di Paroki Santa Sesilia, Keuskupan
Agung Pontianak. Kiranya dedikasi yang baik, dapat menjadi jawaban bagi kaum
muda, terhadap pelajaran hidup kaum muda, dan mewariskan nilai – nilai yang
sehat, kutipan dari Vatikan tentu menjadi pengajaran dalam hidup mengereja
sebagai iman Katolik, sekaligus kunjungan Rohani saya di paroki Santa Sesilia.

0 comments