Katolik, apa yang menjadi masalah dalam hidup sosial budaya masyarakat adat, dan Tionghoa Hakka tentu menjawab tantangan kebutuhan gereja dan spritualitas terhadap apa yang diperoleh melalui kebiasaan, dan kemiskinan hidup yang diwariskan dalam sosial budaya di masyarakat terhadap ekonomi Belanda hingga RI.
Wilayah Keuskupan Agung Pontianak, mencakup kawasan yang luas terhadap
kebutuhan pangan yaitu pertanian dan ternak. Sedangkan kebutuhan hari – hari di
pasar akan mengalami tingkat ekonomi yang baik terhadap kualitas hidup
masyarakat hingga saat ini.
Di Kota Pontianak, tampak bangunan kumuh ini tentu memiliki nilai jual
terhadap bangunan, dan apa yang dijual dalam hal ini. Berbeda dengan konsumsi
hari – hari yang diperoleh masyarakat Tionghoa Hakka, dan masyarakat disini
mencakup kelas pekerja, pendidik, dan tenaga medis, serta pedagang.
Rata – Rata hasil konsumsi yang diperoleh masyarakat disini tentu menigkat
cepat dalam hal ini kuliner, meliputi makanan
tradisional yang memiliki daya saing terhadap nilai budaya masyarakat
adat disini mencakup etinik dayak, jawa, melayu, Tionghoa Hakka, dan Batak,
serta etnik lainnya seperti Pakistan, India, dan Arab sebagai pendatang.
Hal ini menjelaskan makanan yang ada di Kota Pontianak, berdasarkan
hasil pencampuran budaya dan ekonomi. Ketika hal ini terjadi konsumtif, dan kelangkaan
hasil pangan yang melonjak naik, tentu tengkulak atau pemenuhan pangan ini
diperhatikan dan perbaiki dari nilai jual yang terus naik, serta keuntungan
yang diperoleh dari hasil pasar tradisional dan modern.
Tahun 2026 ini, tim merah putih di Indonesia, tentu memahami apa yang
menjadi kendala dan persoalan ekonomi dan kemiskinan yang terjadi dari hasil
kebutuhan hidup masyarakat di Indonesia, terutama di tahun APP Paskah 2026 di
Indonesia. Menjelaskan harga yang naik, dan melampuai batas kewajaran, dan
kebutuhan serta kesehatan.
Ketika hal ini disadari bahwa berbagai tantangan, dan ekonomi masyarakat
adat serta kebutuhan di pedesaan meningkat dengan adanya kemiskinan hidup serta
pangan, sandang, dan papan, mewujudkan berbagai persaoalan itu, maka konflik
dikhwatirkan dengan adanya kehidupan sosial masyarakat terhadap nilai jual dan
nilai tukar semakin menurun di pasar tradisonal katanya.
Hal ini menjelaskan adanya, budaya sosial masyarakat adat sehingga
dengan adanya kebutuhan hidup sepanjang tahun politik 2026, berdasarkan
kebutuhan pangan meningkat dengan adanya politik kotor. Yang tampak terjadi dan
tidak berdampak pada kehidupan gereja, dan masyarakat katanya demikian, itu
yang terjadi ditambah lagi korupsi di lingkungan Keuskupan Agung Pontianak di Perguruan Tinggi, dan Rumah Sakit, dan
lainnya menjadi isu penting dalam misi pelayanan gereja katolik disini.
Perbuatan yang tidak dalam institusi gereja katolik, melibatkan pendidik
serta aparat, dan dokter dalam hal moralitas dan etika sebagai jalan hidup untuk memperoleh
keuntungan, dan ekonomi yang tinggi berdasarkan hasil perbuatan tidak baik
terjadi dilingkungan kampus institusi gereja katolik, Keuskupan Agung
Pontianak yang begitu buruk. sejak masa Ordo OFM 1967 - hingga saat ini. Perbaikan itu terus dilakukan berdasarkan misi pelayanan pastoral di masing - masing paroki.

0 comments