Pontianak, kemiskinan dan moralitas hidup dalam lingkungan serta perbedaan agama masih begitu lekat didalam kalangan militer dan pemerintah RI disini. Hal ini menjelaskan, perlakukan medis, dan keamanan dilingkungan rumah tangga, dan kegemaran non Islam dalam kekerasan, dan prilaku menyimpang yang dilakukan.
Sekiranya itu yang terjadi, diantara kepentingan politik dan budaya yang
ada di Indonesia, khususnya Pontianak. Dengan begitu, hal ini terjadi dengan
adanya konflik ekonomi, sosial, dan budaya serta kaum agamis yang terjadi aksi kekerasan
yang terjadi.
Diantara masalah konflik – konflik itu maka muncul suatu kesenjangan
ekonomi, kelas sosial, dan kesejahteraan hidup yang terjadi di Indonesia.
Ketika aksi kekerasan terjadi, simbol agama setelah terjadi hidup miskin, bagi
masyarakat adat disini muncul suatu masalah hidup dalam kekuasaan dan moralitas
serta ketidaknyamaan kaum pastor, suster, dan Uskup di Keuskupan Agung
Pontianak, selama masa tugas Yang Mulia Mgr. Agustinus Agus.
Hal ini, tentu terjadi di Pontianak di paroki ini maka, dengan jelas apa
yang terjadi dalam suatu komunitas, dan organisasi yang terjadi seiring masa
tugas Uskup Mgr.Agustinus Agus dan pastor disini. Tidak hanya itu saja, masalah
kehidupan sosial budaya, dan agama terjadi dengan adanya lingkungan kotor yang
tercipta dengan adanya politik.
Dengan menjelaskan situasi yang terjadi hingga saat ini, maka berbagai
hal terkait kepolisian, dan penugasaan keamanan lebih memihak kaum non Katolik, ketika hal ini
terjadi aksi kekerasaan yang melampaui menugasaan selama militer RI, dan
kekuasaan di Kalimantan Barat.
Konflik yang terjadi amat sederhana, dimulai dari militer dan pedagang
ada nilai tukar terjadi, serta konflik yang berasal dari politik ekonomi, serta
kepentingan politik masyarakat adat disini, dengan karakteristik hidup pedesaan
dan perkotaan. Hal ini menjelaskan kondisi ekonomi, dan kepentingan pendidikan
yang berasal dari seksualitas dan institusi Katolik. - non.
Berbagai ragam maalah itu, muncul kebutuhan yang cukup baik bagi kaum
terdahulu misalnya Lansia, dan kaum muda sehendaknya itu yang terjadi dengan
adanya dinamika budaya masyarakat dan kekurangan hidup selama di masyarakat,
gereja dan komunitas serta rumah tangga.
Pemerintah RI, tentu menyadari dalam hal ini sebagai organisasi
pemerintah RI tentu menjalani hidup dengan kekurangan, dan kepentingan politik
yang masuk di gereja – gereja Katolik untuk tidak mengotori hubungan lainnya
selama kehidupan rohani di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia, dan institusi Katolik oleh oknum - oknum di DPP, Institusi Kampus Katolik, dan Organisasi Katolik menjadi jalan hidup masa lalu hidup mereka sebagai seorang Katolik.
Untuk menutupi kekurangan hidup Pemerintah dan Keamanan RI, dan media katolik di Indonesia, tentu
ada beberapa hal yang tidak disadari dan diliput dengan moralitas dan etika,
serta konflik masyarakat adat dan para tamu di masing – masing selama
penugasaan Pastor, Suster, Diakon. dan organisasi Katolik disini itu yang
terjadi tidak menyenagkan, dan tidak nyaman ketika berada disitu suatu budaya
masyarakat sosial, kepentingan politik disini.

0 comments