Apakah Kita Bagian Dari Sejarah Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Pontianak?

Keuskupan Agung Pontianak, kegiatan saya selama perutusan doa menghadiri,  sebanyak 17 Frater di Tahbiskan disini. Dengan terselenggara pada tanggal 4 Agustus 2026 Pukul 09 :00,  dengan baik dan jika ada kekurangan itu adalah diluar dari kuasa Tuhan yang turut serta.

Pembukaan dibawa pada khas budaya Tionghoa ini, tentu mengundang sebanyak pastor paroki, para pastor sera tamu undangan baik dalam situasi kerja, dan tidak dalam institusi. Hal ini, memiliki potensi iman yang memungkingkan terus tumbuh di dalam kota Pontianak sebagai umat Katolik disini.

Kehangatan dan sukacita selama perayaan secara rohani mempunyai makna bersejarah terhadap dinamika sosial, dan budaya yang mempengaruhi terjadi,  akhirnya menjadi perayaan syukur dan suci kegiatan bersejarah ini ditahbiskan disini katanya.

Maka, dengan berbagai kegiatan keterlibatan serta peran yang baik, dalam setiap situasi yang  berasal dari kaum biarawan – biarawati, dan pastor, serta Yang mulia Administrator Samuel Oton Sidin OFM, dan dihadiri Yang Mulia Mgr. Agustinus Agung, serta Romo dari Australia Romo Pieter.

Hal ini, menjelaskan berbagai kondisi, budaya di Keuskupan Agung Pontianak, dengan makanan yang dipenuhi khas disini, serta keramaian umat dalam menyambutnya. Terima kasih, atas dukungan kegiatan ini terjadi sepanjang misa bersejarah di Keuskupan Agung Pontianak, demikian katanya.  

Berbagai kondisi yang tanpa kesempurnaan penyelenggara,  di setiap kegiatan ini kiranya menjadi bagian dari perbaikan yang terus dilaksanakan selanjutnya dalam setiap momen ini.

Perjamuan ekaristi, terlaksa dengan perayaan yang berlanjut dengan hikmat dan penuh kesucian ini tentu menjadi doa bagi Tahbisan 17 Frater ini serta tugas perutusan dari Tuhan dan penugasaan yang diberikan tentu, menjadi berkat. 

Bagi setiap doa yang disambut dengan hati yang baik, hingga selesai terlaksana dengan  penuh syukur,  ditengah kondisi umat dan biarawan - biarawati yang hadir pada acara tahbisan ini, yang menurut saya tumben, dan ini mungkin ditengah isu kemiskinan hidup kaum pribumi disini. Dan cara hidup serta moralitas sebagai Negara miskin RI. 

Selama kegiatan dan tidak terlaksana disini dalam struktur organisasi gereja KAP dan spritualitas khususnya di Keuskupan Agung Pontianak. Serta berbagai hal yang terjadi tidak jauh dari kuasa Tuhan. 

Terima Kasih untuk semua pihak dan petugas yang telah membantu terlaksana kegiatan ini dengan baik.

0 comments

Recent Posts Widget
close