Katolik, radikal dalam hal ini terkait dengan paham dan perubahan. Hal yang mendasari berbagai kebutuhan dalam setiap partikel tubuh umat tentu dengan ikutserta dalam misa yang melampaui tempat duduk, itu adalah mukzizat Tuhan.
Kembali, dengan
masalah sosial dan ekonomi lingkungan gereja katolik. Kebutuhan dan
pengangguran terjadi dengan adanya masalah hidup dan kebutuhan yang belum
terpenuhi. Ketika hal ini, terjadi dengan adanya budaya sosial masyarakat
pendatang dan adat yang berbeda – beda.
Kebutuhan masalah yang
dibenahi adalah ketika kehidupan sosial dan politik kotor berasal dari
kepentingan politik, disamping memperoleh ekonomi dengan dinamika saat ini
tentu dipandang sangat berbeda sesuai dengan loby politik dan kepentingan hidup
itu yang berasal dari kekhasan dalam ruang perkotaan saat ini.
Politik ekonomi
diperkotaan yang melaju cepat tentu dengan kebutuhan yang cepat dilampaui
dengan adanya nilai tukar yang berjalan, meskipun kadang pasar akan sepeti
pengujung untuk membeli sepi. Itu yang terjadi saat ini pada masa Juli bulan lalu
saat ini. Hal yang mendasari dari setiap persoalan dan kebutuhan hidup maka,
yang menjadi prioritas diutamakan.
Ketika hal ini
terjadi dengan adanya budaya masyarakat disini, tentu dengan kelakukan konsumsi
masyarakat disini amat sederhana tentu lebih baik ditengah masalah hidup
kemiskinan akan berbeda dengan aspek komunitas keagamaan. Yang terjadi hingga
saat ini adalah, ketika akar persoalan dari politik disini amat sederhana
melampaui dari pelaku politik dalam hal ini kehidupan sebelumnya.
Sistem pasar tentu
dengan adanya masalah dari minat pembeli terhadap barang dan jasa, serta
konsumsi. Suatu masalah di pasar uang, tentu dengan nilai tukar dan
ketidaksenangan dalam hidup masyarakat umum dengan adanya hidup sosial politik 2024 - 2025 saat ini.
Maka, dengan adanya
budaya masyarakat adat dan ketidaksenangan serta kekerasan dalam hidup tentu
bagi mereka yang berbuat ulah dari suku Batak sebagai tukang ngentot untuk
memperoleh aspek ekonomi dengan cara hidup dalam gereja dan sekolah katolik
yang ditampung oleh Ordo disini.
Tentu hal ini, untuk
tidak menganggu dengan bagian sesuai dengan hidup dan peran agama sebagai non
katolik tetapi radikal agama Islam dalam hal ini tentu dengan masalah hidup
mata pencaharian dan tingkah laku dalam hal ekonomi, dan sosial yang begitu
brutal dalam hidup sebagai orang Indonesia, melalui hubungan sosial.
Ketika hal ini, diketahui bahwa berbagai kehidupan sosial dan masalah hidup masyarakat adat tentu dengan adanya budaya dan kekerasan diganti dengan tukang ngentot /makan orang suku Batak - Dayak - Jawa sebagai budaya tidak punya malu dalam hidup mengereja dan kampus dan kesehatan.
Hal ini, tentu ditampung sebagai pemerintah provinsi Kalbar, dan Gembala Baik di KAP, serta sekolah
menjadi catatan yang menarik dalam hal ini ketika hal ini melampaui batas hidup
sebagai tidak memiliki malu sebagai agama, ekonomi, dan kebutuhan sosial.

0 comments