KAP, budaya organisasi Katolik yang meliputi bagian dari kemiskinan hidup pedesaan sebelum berekonomi tentu meliputi masyarakat Pedalaman pedesaan, dan hubungan politik serta spritualitas yang menjadi bagian dari masalah hidup di masa lalu yaitu konflik.
Orang busuk dalam
arti dalam suatu organisasi yang menjual atau sindikat agama katolik, sebagai
jalan hidup menemukan Tuhan, dan ekonomi serta relasi tanpa menyadari kehidupan
dan status hidup di masyarakat, dan gereja katolik disini.
Hal ini menjelaskan
berbagai masalah hidup dan budaya adat disini yang menjadi bagian dari batasan
hidup membiara baik sebagai bentuk dari kehidupan spritualitas dan hukum suatu
Negara dan Daerah. Penjelasan hidup dalam melihat kedok agama katolik, dalam
setiap perkumpulan hidup di setiap Kabupaten.
Hasil dari budaya
masyarakat adat, dalam hal ini terjadi dengan adanya masalah hidup miskin, dan
spritualitas dan kebrutalan hidup seperti Perduki, Bapak – Bapak Katolik, dan
Medis disini dapar dijelaskan melalui orang atau yang menampung kehidupan masa
lalu di kabupaten sebagai jalan hidup kotor seperti konflik, ekonomi, mata pencaharian dan spritualitas masyarakat Dayak - Tionghoa Indonesia terutama di Kabupaten.
Menjelaskan masalah
hidup miskin dan kebualan hidup sebagai hukum yang baik, dalam setiap etika dan
kesopanan dalam menjalankan tugas sebagai wadah dari hidup masyarakat miskin di
Pontianak. Maka, dapat diketahui bagaimana cara hidup dan hubungan sosial dan
politik terjadi dari bentuk spritualitas dan non agama katolik.
Orang yang memiliki
rasa malu dan hidup sebagai kaum lelaki miskin di pedesaan terutama Tionghoa
tentu berasal dari hasil ekonomi, dan daya beli serta konsumsi yang diterima
sehari- hari, menjadi bagian dari kemiskinan hidup berumah tangga dan sosial.
Apa saja menjadi
masalah hidup masing – masing organisasi katolik menjadi bagian dari catatan
konflik, dan moralitas ketika kehidupan sosial dan budaya serta ekonomi miskin
Tionghoa Hakka di Pontianak, dan Singkawang terjadi adanya urbanisasi dan
pendidikan tinggi.
Orang busuk dalam hal
ini tentu adalah Orang Jawa, yang mengatasnamakan Dayak, dan Jawa di disini
dikarenkan kemiskinan dalam ekonomi, dan pendidikan Tinggi menjelaskan
perlakuaan dan tingkah laku hidup yang tidak memiliki malu sebagai orang
pribumi di gereja – gereja katolik, dan non agama Katolik, dan hubungan relasi,
dan batasan hidup sebagai Keuskupan di Indonesia menjelaskan budaya tersebut
dengan seksama dan ketidaksenangan bagi kaum pendatang.
Organisasi Pemerintah
yang dianggap begitu menarik perhatian dari hidup miskin, dan utang dalam hal
ekonomi terjadi dengan rasa malu terhadap ekonom di Indonesia tentu menjadi
pembicaraan menarik bagi konflik masyarakat Tionghoa Indonesia, dan menjual
nama katolik sebagai bentuk pelayanan yang tidak memiliki rasa malu lagi itu
kondisi hidup kaum spritualitas teruatam Ordo OFM. Cap, dan Projo disini dari
hidup miskin dan ekonomi pedesaan dan pendidikan.

0 comments