Perayaan ekaristi yang sakral tentu memiliki makna terhadap pembangunan iman kristiani yang berasal dari kristus. Upaya hal ini dilaksanakan dari setiap perayaan minggu, dan sakramen yang diterima umat katoik, ketika menjadi umat katolik.
Hal ini terjadi dengan adanya budaya masyarakat yang memahami ekaristi dengan ucapan syukur, dan lainnya merupakan salah satu perayaan yang boleh atau
tidak dirayakan. Ketika hal ini, terjadi dengan adanya pemahaman mengenai
sakramen masing – masing sakramen memiliki arti dari setiap doa yang
disampaikan melalui mukzizat yang diterima.
Sakramen – sakramen umat katolik, tentu berasal dari keyakinan dan Tuhan
terhadap pergumulan hidup, dan sharing yang diterima melalui kesaksian hidup,
kesehatan dan ekonomi tentu menjadi simbol dari setiap hidup kesaksian dan
hidup umat katolik KAP terima dalam setiap kehidupan yang dilalui tentu dinanti
dengan penuh kesabaran.
Pelayanan rohani, selama ini tentu lebih pada ekonomi di lingkungan
Keuskupan Agung Pontianak dengan hidup mengereja selama hidup segala susah dan
duka dalam momen kehidupan rohani umat katolik disini. Hal ini menjelaskan
berbagai masalah hidup, ekonomi tidak
menentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi makna ekonomi dan sakramen yang
dirayakan setiap sebulan sekali di Gedung Pasifikus Bos.
Maka, dengan adanya hal ini terjadi dengan menarik sesuai dengan masing
– masing pembawaan iman katolik umat yang hadir dalam komunitas ini, tentu
dibangun dengan adanya iman katolik yang berasal dari Kristus. Penyerahan diri
dari setiap sakramen diterima dan usaha yang lantas diperoleh tentu tidak jauh
dari tangan Tuhan itu yang menjadi landasan dasar atas penantian diri terhadap
Kristus ditengah diri sendiri keluarga,
dan masyarakat.
Menjelaskan berbagai pengalaman hidup, tentu tidak lekat dari kemiskinan
dan yang menjadi bagian dari pendidikan imam katolik dalam setiap persekutuan
dan pergumulan Batin seorang imam di NTT, karena dalam hal ini berkumpul tempat yang
kaya tentu memiliki sentimen tersendiri bagi mereka yang bukan pengusaha
misalnya dengan latar belakang hidup keluarga dibidang jasa.
Hal yang diterima dan dlalui selama bertugas tentu menjadi layanan yang
baik sesuai dengan kehidupan moralitas dan etika dalam setiap manusia dalam
memperoleh pengalaman hidup dan pergumulan terhadap kesenjangan sosial, ekonomi
dan budaya. Maka, imam yang dihadirkan dalam setiap masalah hidup seringkali
atau setidaknya memperoleh pembaharuan hidup terhadap kepentingan gereja dan
Negara.

0 comments