Gereja Katolik, Tionghoa Indonesia - Pribumi

Kalbar - Keuletan bangsa Tionghoa diakui baik dalam sistem ekonomi di Indonesia, tetapi persoalan konflik di masa lalu tidak lepas dari aspek politik lokal dan identitas sosial di masyarakat dengan budaya tanpa malu terhadap inovasi dan pengetahuan pada perdagangan di Indonesia.

Hal ini menjelaskan adanya persoalan bangsa Tionghoa – pribumi yang berasal dari ketidaksenangan, makan orang budaya masa lalu, Batak – Jawa pada kawasan Tionghoa serta pembantaian yang terjadi pada kelas sosial kebawah – menegah.

Maka, dengan adanya budaya lokal di di daerah akan tampak migrasi dan urbansiasi, dan perencanaan konflik sosial, wisata sejumlah kawasan Tionghoa, yang memiliki hukum yang menyesatkan dan dinamika budaya digereja – gereja pada sistem kriminalitas sosial di masyarakat.

Maka, dijelaskan bahwa sejarah medis di Indonesia tidak lepas dari kriminalitas, budaya masyarakat Jawa di masa lalu, Indonesia akan memahami bagaimana history medis di Indonesia oleh masyarakat suku Dayak - Batak – Tionghoa  di Indonesia, yang begitu buas dan kejam, mungkin ( 2021- ) ( orang Jawa - Dayak - Batak) RT 003 berkunjung, silaban. 

Melalui sekolah – sekolah, Katolik – Kristen bagaimana numpang hidup pada sistem pendidikan di Indonesia, dan ordo Indonesia, pada gereja katolik yang berkedok agama katolik, dan iman serta uskup pada politik medis, dan seksualitas di Indonesia.

Tanpa malu pula mereka menggunakan transportasi, alat medis yang diimpor dari Barat dan wilayah lainnya, dalam sistemn perdagangan Tionghoa – Jawa yang begitu kotror di Indonesia tanpa malu dan moralitas, apalagi kedua orang tua mereka di paroki gereja katedral Pontianak, dan HKBP - GKE (pertobatan).

Jakarta, konflik dilakukan dengan sengaja dan memeras, serta lainnya dengan urbansiasi ekonomi dan kemiskinan yang dibuat atau di pahami oleh Uskup Agung Pontianak oleh Mgr. Agustinus Agus, hal ini menjelaskan bagaimana jalan suatu bangsa dan gereja katolik di Pontianak Gubernur Sutarmidji ( 2022 -) . 

Berlangsung dengan sandang, pangan dan papan, yang begitu dramatis dirancang oleh orang Tionghoa hakka disini. Indonesia, pada (1920 - ), Oevang Oeray kejahatan medis dilakukan oleh mereka pada setiap aspek kehidupan di gereja katolik, melalui upah kerja rendah, penyingkiran ekonomi, dan politik serta ketidakjujuran berbisnis terutama. 

Tanpa malu terhadap seksualitas mereka disini, terutama  lingkungan keuskupan agung Pontianak – Jakarta (Jawa - Batak), dengan agama katolik - HKBP yang berbeda, mengaku - ngaku Silaban misalnya padahal bukan keturunan priyayi misalnya, kelas sosial (2007 -) hingga sekarang. 


0 comments

Recent Posts Widget
close