Dayak Iban, Mendalam Kapuas Hulu

Iban, perjalanan menuju kampung dari Kapuas hulu, menuju pedesaan mendalam dengan jalan yang masih di perbaiki, dan hutan adat yang lebat telah memasuki area wilayah pedesaan dengan kendaraan darat. Para misionaris atau Pastor yang bertugas adalah imam katolik ketika itu.

Pendidikan dan wawasan pengetahuan Dayak iban pada tahun 1967 masih di batasi sebagai jalur kekuasaan ketika itu. Tak banyak yang dapat membahas dengan detail apa saja yang terjadi dikampung tersebut, Mereka menuju Ibukota provinsi - Negara Malaysia.

Ketika akses pendidikan dan pengetahuan menyebar dengan adanya informasi yang dibawa oleh pendatang yang berubanisasi - migrasi, seperti masyarakat Jawa - Tionghoa yang bertugas dan mengajar dalam hal ini jelas bagaimana pendidikan katolik tersebut mulai diajarkan dan penyebaran agama katolik diajarkan.

Dalam setiap perkampungan dan kehidupan budaya masyarakat Iban dapat dikunjungi oleh masyarakat adat atau dikenal sebagai rumah panjang, dan masih menjaga hutan adat dengan baik. Ketika budaya dan agama kristiani memasuki kampung maka, berbagai pemahaman mistik dan agama akan lekat pada kebudayaan lokal.

Budaya lokal, masyarakat adat yang masih tinggal disekitar kampung Dayak adalah yang tinggal masyarakat Tionghoa Hakka, dan Tionghoa Penang tidak jauh dari batas Negara seperti Malaysia. Hal ini memudahkan mereka untuk melangkah menuju Negara tetangga.

Maka, lebih menyenangkan ketika Negara tetangga lebih baik dalam persoalan pendidikan dan kesehatan ketimbang di Indonesia yang di tekuni oleh Dayak - Jawa. Sedangkan pengetahuan Pelestarian hutan adat, dan danau sentarum merupakan cerita perjalanan ketika kehidupan budaya lokal masyarakat dan Dayak Iban disana dekat dengan, bahasa hulu lokal sebagai bentuk kekuasaan dan politik kampung.

(1999 -) Perjalanan yang masih bisa diakses melalui jalan darat, dan udara ini telah menjadi baik dalam membuka akses ekonomi yang cepat bagi masyarakat adat Dayak disana. Hal ini menjelaskan adanya perubahan perkotaan dan pedesaan yang ada di kota Kapuas Hulu.

Pengenalan akan Tuhan memiliki dampak terhadap kehidupan budaya dan agama kristiani yang hidup sekitar kawasan hutan adat, hal ini dapat diketahui dengan agama dan pengetahuan memiliki pengaruh dengan masuknya perkampungan itu. 

0 comments

Recent Posts Widget
close