Kecerdasaan Spritualitas, Sosial, dan Medis Di Gereja Katolik Indonesia

Kalimantan, Kecerdasaan spritualitas akan lebih penting dengan adanya budaya dan agama dalam setiap karakteristik dan kehidupan sosial di masyarakat luas. Secara khusus gereja katolik penting dalam melihat berbagai persoalan dan masalah masyarakat setempat terutama di pedesaan.

Ketika kehidupan sosial budaya, dan agama tumbuh berdasarkan spritualitas, maka sejak masa kolonial Belanda agama katolik lebih dulu di pahami pada Keuskupan Kapuas Hulu, masyarakat Tionghoa Kapuas Hulu, dan Dayak Iban sekitarnya.

Memahami agama katolik, dan spritualitas akan lebih baik dalam setiap peranan dan pekerjaan yang dapat disertai dengan iman yang tumbuh dan kecerdasan yang lahiriah bukan dikarenakan  persoalan kelas sosial, kesenjangan sosial, dan berbagai hal terkait dengan pelayanan dalam sistem kesehatan di Lingkungan gereja Katolik.

Kekerasan agama katolik, seringkali di sampaikan secara verbal dengan adanya kritikan dalam pelayanan katolik, yang berasal dari kaum pribumi di Indonesia, seperti masyarakat adat suku Dayak, Jawa, dan Tionghoa. Berasal dari komunitas, dan kalangan rohaniwan, serta imam dan biarawati.

Hal ini menjelaskan adanya masalah yang seringkali muncul dengan masalah kehidupan sosial budaya, dan agama lekat pada dinamika masyarakat yang hingga saat ini memiliki budaya sosial, dan spritualitas yang rendah di Keuskupan Agung Pontianak.

Pemahaman agama katolik, akan tampak pada tempat tertua sebelumnya yang berasal dari Kalimantan Barat, dan Jawa. Memang agak sedikit berbeda dengan Tionghoa Indonesia, dalam hal ini migrasi dan menetap dengan masyarakat adat di Indonesia.

Perubahan spritualitas akan muncul dengan adanya kebijakan berdasarkan hukum gereja katolik, dengan adanya masalah pada umat mereka secara kolektif disini. Maka, dapat diketahui dengan adanya perubahan sosial, budaya dan agama akan lekat pada dinamika sosial masyarakat adat di Indonesia.

Kemiskinan disebut dengan sebagai upaya simpati pada Negara lain, agar menaruh kasih dengan kebiadaban mereka sebagai umat kristiani. Tidak lain dan bukan, sebagai awal dari hidup mereka di masyarakat adan dan Tionghoa Indonesia.  

Ketika hal ini, penting dalam memahami jalan spritualitas masyarakat adat Dayak dan Tionghoa Hakka, di Keuskupan Agung Pontianak, serta kejujuran menjadi awal dari pembentukan gereja katolik di Indonesia, berawal dari tempat ini.

0 comments

Recent Posts Widget
close